Kelembaban Limpa dapat dibagi menjadi Kekurangan dan Kelembaban Limpa dan Kelembaban Dingin yang terperangkap dalam Limpa. Gejalanya meliputi distensi dan nyeri pada epigastrium (perut), mual dan muntah, serta muntah air jernih, dan mulut terasa ringan tanpa rasa haus.
1. Kekurangan dan Kelembaban Limpa: Pada pasien dengan Qi Limpa yang lemah (Qi Limpa Lemah), fungsi mengangkut dan mengubah air dan kelembaban tidak berfungsi dengan baik, dan air serta kelembaban berhenti berkumpul di jiao tengah, sehingga membentuk kelembaban limpa.
Manifestasi klinisnya dapat berupa kembung dan nyeri pada perut, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, mulut kering dan haus tetapi tidak ada keinginan untuk minum, pusing, kepala terasa berat, anggota badan terasa lemas (kelemahan anggota badan, kelelahan), kelelahan, mencret (feses encer dan tidak berbentuk), dan feses lengket dan tidak enak.
2. Dingin dan lembab yang menjebak limpa: sebagian besar disebabkan oleh mengarungi air dan hujan, tinggal di lahan basah untuk waktu yang lama, dll., yang mengakibatkan dingin dan lembab menyerang limpa dan perut.
Gejalanya dapat berupa perut kembung, sakit perut, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, mulut terasa ringan, tidak haus, kepala dan badan terasa berat, buang air besar, buang air kecil, warna kulit kekuningan atau bahkan kekuning-kuningan, berwarna gelap atau berasap, atau disertai pembengkakan pada tungkai dan wajah, dan keputihan yang banyak pada wanita.
Disarankan agar penderita Limpa Basah segera berkonsultasi dengan dokter profesional.