Perpindahan otak dalam operasi neuronavigasi

3.Teknik pencitraan intraoperatif Teknik pencitraan intraoperatif saat ini merupakan teknik yang lebih matang, termasuk teknik pencitraan CT, ultrasound dan MRI. Teknik paling awal yang digunakan untuk pencitraan intraoperatif adalah CT dan ultrasound, yang pertama kali dilaporkan oleh Shalit (1979) dan Rubin (1980), masing-masing. Meskipun CT telah ditingkatkan baru-baru ini dan memiliki resolusi yang baik, terutama untuk tulang, namun masih tidak sebaik MRI untuk jaringan lunak, dan karena CT bersifat radioaktif, CT dapat berbahaya bagi tubuh manusia saat bekerja di lingkungan ini dalam waktu yang lama. Teknologi USG intraoperatif baru-baru ini berkembang pesat dan dapat digunakan untuk pencitraan 2D dan 3D, tetapi resolusinya masih kalah dengan CT atau MRI, dan kemampuan penetrasi USG berbanding terbalik dengan resolusinya, yaitu penetrasi menurun ketika resolusi meningkat. Oleh karena itu, karena kekurangan ini, penerapan CT intraoperatif dan USG intraoperatif terbatas dan tidak dipromosikan. Oleh karena itu, pencitraan resonansi magnetik intraoperatif (iMRI) sekarang lebih umum digunakan untuk memperbaiki perpindahan otak.