Faringitis umumnya tidak memiliki efek langsung pada bilirubin total hati. Penyakit hati umumnya dianggap sebagai penyebab jumlah bilirubin total hati. Faringitis adalah infeksi radang atau cedera pada permukaan mukosa faring, yang biasanya menyebabkan batuk, dahak, sakit tenggorokan dan gejala lainnya, serta peningkatan jumlah leukosit dalam tes darah, tetapi biasanya tidak menyebabkan perubahan jumlah bilirubin total. Bila jumlah bilirubin total hati meningkat atau menurun, biasanya perlu dipertimbangkan adanya virus hepatitis, sirosis, cedera hati atau anemia hemolitik. Penyakit-penyakit tersebut dapat secara langsung memengaruhi fungsi hati, yang mengakibatkan perubahan kadar bilirubin total. Selain itu, peningkatan bilirubin total secara tiba-tiba dapat disebabkan oleh minum terlalu banyak alkohol dalam waktu singkat atau karena olahraga berat, yang merupakan fenomena fisiologis. Perhatian medis yang cepat dianjurkan setelah perkembangan faringitis. Jika terdapat perubahan abnormal pada bilirubin dalam hati, tes fungsi hati lebih lanjut dianjurkan dan dapat membantu memastikan diagnosis.