Amputasi adalah operasi pengangkatan sebagian atau seluruh anggota tubuh, dan setelah operasi, perhatian harus diberikan pada pekerjaan keperawatan yang relevan untuk menghindari infeksi. 1. Dalam praktik klinis, sirkulasi darah yang buruk biasanya disebabkan oleh kerusakan atau penyempitan arteri. Jika tidak ada aliran darah yang cukup, sel-sel tubuh tidak akan dapat memperoleh oksigen dan nutrisi yang diperlukan dari darah, yang akan menyebabkan nekrosis pada jaringan dan dapat menyebabkan infeksi. Amputasi sering kali diperlukan untuk cedera yang terjadi pada kecelakaan lalu lintas atau luka bakar parah, radang dingin, atau tumor kanker pada tulang atau otot tungkai. 2. Anestesi umum atau lokal sering kali diperlukan di bawah pengawasan dokter sebelum operasi amputasi. Selama operasi, dokter bedah akan mengangkat jaringan yang sakit dan semua tulang yang patah, merapikan bagian tulang yang tidak rata, menutup pembuluh darah dan saraf, serta memotong dan membentuk otot agar sesuai dengan prostesis nantinya. 3. Setelah operasi amputasi, perlu memperhatikan perawatan luka lokal untuk menghindari infeksi. Pada saat yang sama, perlu juga untuk meningkatkan kekuatan dan kontrol otot-otot tungkai yang tersisa melalui latihan, yang akan membantu memulihkan gerakan sehari-hari. Kaki palsu dapat dipakai untuk latihan fungsional setelah pemulihan penuh. Amputasi membutuhkan persiapan awal dari pikiran, jiwa dan tubuh. Persiapan terperinci dapat dilakukan dengan berkonsultasi dengan dokter bedah.