Hal ini dikarenakan ketebalan endometrium tidak statis dan berubah secara siklis dengan sekresi hormon ovarium. Pada hari ke-15 menstruasi, ketebalan endometrium sekitar 1,0-1,2 cm. Pada saat setelah menstruasi, ketebalan endometrium sekitar 0,6-0,7 cm. Saat periode menstruasi berlanjut ke ovulasi, endometrium secara bertahap menebal, sehingga pada hari ke-15 menstruasi, yang bertepatan dengan ovulasi, endometrium mencapai ketebalan tertentu sebelum sel telur yang telah dibuahi dapat tertanam. Selama fase sekresi, endometrium secara bertahap menebal, misalnya, pada masa pramenstruasi, endometrium berukuran sekitar 1,2 cm hingga 1,4 cm.