Bagaimana cara mendeteksi tuberkulosis?

Deteksi tuberkulosis terutama meliputi pemeriksaan fisik, pemeriksaan pencitraan, pemeriksaan patogenetik, pemeriksaan laboratorium, dan sebagainya. 1. Pemeriksaan fisik. Dengan menanyakan riwayat kesehatan pasien di masa lalu, seperti apakah ada batuk jangka panjang, batuk berdahak, kurus, berkeringat di malam hari, kelelahan, dan lain-lain, dikombinasikan dengan auskultasi paru-paru untuk membuat penilaian awal. 2. Pemeriksaan pencitraan. Saat ini, pemeriksaan pencitraan sinar-X, pemeriksaan CT paru, pemeriksaan resonansi magnetik nuklir, dan lain-lain dapat membantu diagnosis tuberkulosis dan memberikan dasar yang efektif untuk diagnosis klinis. 3. Pemeriksaan patologis. Pemeriksaan apusan dahak dapat digunakan untuk mencari Mycobacterium tuberculosis, dan kultur Mycobacterium tuberculosis serta tes asam nukleat Mycobacterium tuberculosis juga dapat digunakan untuk memastikan diagnosis. 4. Tes laboratorium. Tes darah seperti protein c-reaktif dan sedimentasi darah dapat membantu menentukan aktivitas tuberkulosis dan secara dinamis memantau efek pengobatan.