Apakah ada insiden rabies yang tinggi?

WHO memperkirakan bahwa rabies masih membunuh sekitar 59.000 orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Virus rabies tersebar secara global pada hewan darat (terutama anjing), dengan hanya beberapa pengecualian, termasuk Antartika, Selandia Baru, Jepang, beberapa bagian Eropa dan beberapa pulau di Karibia. Virus rabies hanya ditemukan pada kelelawar di Dunia Baru. Sebagian besar kasus rabies disebabkan oleh paparan air liur dari gigitan hewan. Sangat sedikit kasus yang disebabkan oleh paparan non-gigitan (misalnya kontak air liur dengan kulit terbuka atau selaput lendir) atau dari transplantasi jaringan/organ dari orang yang tidak dikenal yang terinfeksi rabies. Meskipun penelitian laboratorium telah mendokumentasikan penularan rabies melalui aerosol, hanya empat kasus paparan virus melalui aerosol yang tercatat pada manusia (dua kasus dari penjelajah di gua yang sama dan dua kasus dari petugas laboratorium yang terpapar virus hidup). Secara umum, rabies tidak dapat diobati secara efektif, sehingga pencegahan harus menjadi prioritas. Langkah-langkah berikut ini harus segera dilakukan setelah digigit oleh hewan: meskipun menyengat, luka harus dicuci dengan banyak sabun dan air, dan antiseptik seperti povidone-iodine juga dapat digunakan. Hubungi tenaga kesehatan profesional atau segera ke unit gawat darurat. Jika digigit oleh hewan yang dicurigai mengidap penyakit ini, Anda harus divaksinasi rabies.