Mendengkur, atau mendengkur, dapat berupa dengkuran sederhana atau gejala umum dari sindrom hipoventilasi apnea tidur obstruktif. Metode pengobatan harus dipilih sesuai dengan penyebab penyakit yang berbeda, termasuk: pengobatan umum, pengobatan simtomatik, ventilasi tekanan positif non-invasif, pengobatan dengan alat oral dan pengobatan bedah. Keampuhan setiap metode bervariasi dari orang ke orang, dan harus dipilih setelah penilaian oleh spesialis.
1. Pengobatan umum: Terutama melalui pengendalian berat badan, perubahan posisi tidur, berhenti merokok dan alkohol, dan pengurangan obat penenang-hipnotis serta aplikasi muskarinik untuk meredakan gejala.
2. Pengobatan anti-kausal: Memperbaiki penyakit yang mendasari yang menyebabkan atau memperburuk sindrom hipoventilasi apnea tidur obstruktif, seperti menggunakan omeprazole untuk mengobati penyakit refluks gastro-esofagus.
3. Ventilasi tekanan positif non-invasif: terutama digunakan untuk pasien yang tidak bersedia atau tidak cocok untuk perawatan bedah, serta perawatan perioperatif.
4. Perawatan alat oral: umumnya digunakan untuk pasien dengan dengkuran sederhana dan mereka yang tidak dapat mentolerir ventilasi tekanan positif non-invasif, serta pasien dengan sindrom apnea tidur obstruktif ringan atau sedang.
5. Perawatan bedah: hanya berlaku untuk pasien dengan kelainan anatomi saluran napas bagian atas yang dapat diatasi dengan pembedahan, seperti deviasi septum hidung yang dapat diatasi dengan koreksi septum hidung, polip hidung yang dapat diatasi dengan polipektomi hidung, serta hiperplasia dan hipertrofi amandel yang menghalangi saluran napas dapat diatasi dengan tonsilektomi.
Ketika mendengkur terjadi, disarankan untuk berkonsultasi dengan rumah sakit, meningkatkan pemeriksaan yang relevan, melalui intervensi medis terstandar untuk mengendalikan penyakit dan memperbaiki gejalanya. Metode dan pengobatan khusus harus mengikuti petunjuk dokter.