Nilai referensi untuk tes napas karbon 13 adalah kurang dari atau sama dengan 4. Jika nilai tes lebih besar dari ini, hasilnya positif. Tes ini didasarkan pada kemampuan H. pylori untuk memecah urea dan dilabel secara isotop untuk menentukan homogenitas kandungan karbon dioksida yang dihembuskan untuk membuat diagnosis pasti dari kondisi tersebut. Subjek akan mengambil makanan uji secara oral, melakukan pengambilan napas selama nol jam pada tabung uji napas, kemudian mengambil dosis urea lain yang mengandung C13 dan menunggu 30 menit sebelum menggunakan tabung uji napas lain untuk pengambilan napas. Kedua tabung uji napas tersebut kemudian ditempatkan di breathalyser untuk analisis spesifik dan perbedaan antara kedua pengukuran diamati. Penting untuk dicatat bahwa tes karbon 13 mengharuskan pasien untuk tetap berpuasa atau makan setidaknya selama dua jam sebelum tes ini dapat dilakukan. Pasien yang mengonsumsi antibiotik, penghambat pompa proton atau jenis obat lain harus memberi tahu dokter yang merawatnya terlebih dahulu agar tidak mempengaruhi keakuratan hasil tes.