Tes H. pylori harus dilakukan dalam keadaan perut kosong dan disarankan agar tes dilakukan dalam keadaan perut kosong selama 6-8 jam untuk hasil yang paling akurat. Hal ini dikarenakan terlalu banyak makanan di dalam perut dapat mengganggu penyerapan kapsul urea untuk tes karbon 13 atau karbon 14, sehingga hasil tes menjadi kurang akurat. Metode yang paling umum untuk menguji H. pylori adalah tes napas karbon 13 atau karbon 14. Tes ini didasarkan pada penggunaan kapsul urea berlabel karbon 13 atau karbon 14 yang diberi label isotop yang, jika diminum, akan menghidrolisis urea untuk menghasilkan karbon dioksida berlabel karbon 13 atau karbon 14 jika ada H. pylori di dalam perut, yang kemudian diekskresikan dari perut. Jumlah karbon dioksida yang dikumpulkan untuk pengujian akan menentukan keberadaan urease dalam tubuh, yang juga akan memperjelas keberadaan infeksi H. pylori. Jika pasien memiliki penyakit celiac dalam jumlah besar di perut, hal ini akan memengaruhi hasil tes, jadi penting untuk datang ke rumah sakit dalam keadaan perut kosong untuk melakukan tes karbon 13 atau karbon 14 H. pylori.