Apakah harapan hidup penderita lupus eritematosus dapat terpengaruh?

Lupus eritematosus umumnya mengacu pada lupus eritematosus sistemik (SLE), dan harapan hidup pasien dengan SLE dapat terpengaruh jika penyakit ini tidak ditangani secara agresif dan terkendali.
SLE adalah penyakit jaringan ikat sistemik yang dapat melibatkan kulit dan berbagai organ. Pasien dengan penyakit ini menghasilkan sejumlah besar autoantibodi yang menyebabkan disfungsi kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan kerusakan pada sistem dan jaringan di seluruh tubuh. Saat ini belum ada obat yang efektif untuk SLE, dan seiring dengan perkembangan penyakit ini, dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh seperti ginjal, jantung, paru-paru, dan lain-lain, yang dapat mengancam jiwa pada kasus yang parah.
Pengobatan SLE didasarkan pada terapi obat (misalnya glukokortikosteroid seperti prednison, hidroksiklorokuin, dll.), yang dapat mengendalikan perkembangan penyakit dan mengurangi kekambuhan penyakit setelah pengobatan yang efektif. Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kelangsungan hidup pasien SLE setelah pengobatan telah sangat meningkat. Namun, jika pasien tidak diobati secara agresif untuk mengendalikan penyakitnya, harapan hidup mereka dapat terpengaruh.
Pasien SLE disarankan untuk pergi ke departemen reumatologi dan imunologi dan departemen terkait lainnya di rumah sakit biasa untuk konsultasi terperinci. Obat-obatan di atas harus digunakan sesuai dengan resep dokter, dan tidak boleh digunakan sendiri.