Bagi penderita bekas luka keloid, penutupan lokal, terapi isotop, dan perawatan bedah dapat dipilih untuk mengatasi bekas luka keloid.
Setelah luka muncul di kulit, penderita keloid sering kali disertai dengan proliferasi jaringan ikat fibrosa yang berlebihan selama proses penyembuhan luka, dan proliferasi yang berlebihan ini merupakan perbaikan luka yang berlebihan, yang akan menyebabkan munculnya keloid.
1. Penutupan lokal: bagi mereka yang memiliki jaringan parut terbatas dan gejala ringan, penutupan lokal dapat digunakan untuk memperbaiki pertumbuhan berlebih dari jaringan fibrosa lokal, dan obat klinis yang umum digunakan termasuk trimetoprim dan 5-fluorourasil.
2. Terapi isotop: Bagi mereka yang memiliki proliferasi bekas luka yang jelas, terapi isotop juga merupakan pilihan. Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan kontraksi bekas luka melalui nuklida radioaktif, sehingga dapat berperan dalam menghambat proliferasi bekas luka dan melembutkan bekas luka.
3. Pembedahan: Eksisi bedah dapat dipertimbangkan ketika pengobatan konservatif tidak efektif, tetapi pembedahan juga merupakan operasi invasif, dan setelah sayatan sembuh, masih ada kemungkinan bekas luka yang lebih jelas akan terbentuk lagi, sehingga biasanya dikombinasikan dengan radioterapi biasa untuk mencegahnya.
Keloid harus ditangani di bawah bimbingan dokter spesialis, dan disarankan untuk pergi ke rumah sakit biasa untuk menghindari keterlambatan dalam perawatan.