Pasien dengan nefritis kronis harus makan makanan yang ringan dan mudah dicerna atau diet rendah garam atau bebas garam ketika mereka mengalami sedikit pembengkakan dan air seni atau pola makan yang buruk. Ketika kondisi membaik, jumlah air seni meningkat dan pembengkakan mereda, pola makan dapat secara bertahap diubah menjadi pola makan rendah protein berkualitas tinggi untuk menggantikan sejumlah besar protein yang hilang dalam air seni pada waktunya. Jika disertai dengan anemia, makanan kaya zat besi seperti daging tanpa lemak, telur putih dan jamur hitam dapat digunakan. Saran: Yang pertama adalah makan lebih banyak makanan ringan dan diuretik. Makanan yang memiliki efek diuretik pada pembengkakan antara lain ikan mas, ikan mas crucian, susu, susu kambing, semangka, melon musim dingin, kacang hijau, kacang adzuki, dan sebagainya. Kulit semangka yang direbus dalam air adalah diuretik yang baik. Rekomendasi diet kedua adalah makan lebih banyak makanan kaya vitamin. Sayuran dan buah-buahan segar adalah makanan alkali yang dapat memasok berbagai vitamin dan meningkatkan pemulihan fungsi ginjal. Rekomendasi ketiga adalah tidak makan makanan tinggi garam. Oedema pada nefritis kronis sangat erat kaitannya dengan natrium darah, jadi penting untuk membatasi garam dan memberikan diet rendah garam. Asupan garam harian harus dikontrol ke tingkat 3g atau kurang untuk mencegah peningkatan oedema dan peningkatan volume darah. Hal lain yang harus dibatasi adalah protein nabati. Jumlah asupan protein harus ditentukan sesuai dengan fungsi ginjal. Protein nabati tidak mudah diserap dan digunakan dan dapat memperburuk metabolisme ginjal, jadi kurangi konsumsi kacang-kacangan dan produk kedelai sebagai suplemen nutrisi.