Latihan rehabilitasi setelah artroplasti lutut meliputi latihan kekuatan otot di sekitar sendi lutut, latihan fleksi dan ekstensi lutut. Tujuan utamanya adalah untuk mendorong pemulihan fungsi sendi lutut pasien pasca operasi, sehingga fungsi jongkok, fungsi berjalan, rentang gerak sendi, dan stabilitas sendi dapat ditingkatkan.
1. Latihan kekuatan otot: kontraksi isometrik awal paha depan dan latihan pompa pergelangan kaki dapat dilakukan, dan latihan mengangkat kaki lurus juga dapat dilakukan. Secara bertahap, latihan ketahanan otot-otot di sekitar sendi lutut dapat dilakukan.
Latihan khusus untuk pasien yang duduk di samping tempat tidur untuk melakukan gerakan ekstensi lutut. Biarkan betis pasien menggantung saat melakukan latihan, dan ikat karung pasir dengan resistensi di pergelangan kaki, dan mulailah dengan beban kecil, secara bertahap tingkatkan berat karung pasir, dan secara bertahap tingkatkan resistensi.
2. Latihan fungsi sendi lutut dan aktivitas fleksi dan ekstensi: aktivitas fleksi dan ekstensi lutut pasif dapat dilakukan pada periode awal pasca operasi. Latihan meluruskan lutut berarti jika pasien berbaring di tempat tidur, ia perlu meluruskan kakinya sepenuhnya, dan sendi lutut dapat ditempelkan sepenuhnya ke permukaan tempat tidur setelah tekanan ringan diberikan.
Sudut fleksi lutut maksimum pada periode awal pasca operasi tidak boleh melebihi 30 derajat. Sudut aktivitas pasif dapat ditingkatkan secara bertahap dengan mempertahankannya selama 1-2 hari. 2-4 minggu setelah operasi, fleksi lutut idealnya harus mencapai 90 derajat, sejauh tidak menyebabkan terlalu banyak rasa sakit dan dapat ditoleransi oleh pasien. Setelah itu, latihan harus dilanjutkan hingga sudut fleksi mencapai 120~140 derajat.
Disarankan agar pasien berlatih di bawah bimbingan dokter, agar tidak menyebabkan cedera pada tubuh dengan melakukan latihan sendiri secara membabi buta.