Daripada mengambil langkah-langkah untuk menghentikan tantrum sebelum dimulai, lakukanlah langkah-langkah berikut ini untuk mencegahnya sebelum terjadi: 1. Hindari situasi tak terduga yang dapat menyebabkan tantrum berkobar dan cobalah untuk menjaga rutinitas yang konsisten dan teratur. Beri anak Anda waktu lima menit untuk penyesuaian diri ketika ada perubahan jadwal. Pastikan anak Anda sudah makan dan tidur nyenyak sebelum pergi keluar sehingga mereka tidak mudah marah hanya karena provokasi kecil. Singkirkan godaan yang sulit ditolak oleh anak Anda, seperti tidak meninggalkan cokelat di meja dapur menjelang makan malam, sehingga Anda dapat menghindari pemicu perang. Ketiga, biarkan bayi Anda memiliki sedikit kendali. Misalnya, biarkan anak Anda memilih buku apa yang akan dibawa ke mobil, atau apa yang dia inginkan untuk makan siang. Pilihan-pilihan kecil ini tidak akan membuat banyak perbedaan bagi orang tua, tetapi akan membuat anak merasa bahwa mereka memiliki kendali atas hidup mereka sendiri. Berikan kelonggaran kecil. Terkadang orang tua dapat memberikan kelonggaran kecil, terutama jika menyangkut sesuatu yang sepele seperti membiarkan anak menonton TV selama 15 menit daripada mendengarkannya berteriak-teriak selama 30 menit. Alihkan perhatian anak Anda. Rentang perhatian seorang anak sangat pendek dan mudah teralihkan. Ketika wajah anak mulai memerah, memelintir dan berubah bentuk, dan kemarahan sudah terlihat di wajahnya, penting untuk membuka buku atau mengajaknya berjalan-jalan ke taman terdekat untuk mencegah kemarahannya memuncak dan meningkat, yang mengarah pada amukan yang tak terkendali. Terkadang humor adalah cara terbaik untuk mengalihkan perhatian. Membuat wajah, menceritakan lelucon, atau memulai perang bantal mungkin dapat mengalihkan pikiran anak Anda dari hal yang menyebabkan kemarahannya. Keenam, ajarkan anak Anda cara-cara lain untuk mengatasi rasa frustrasi. Ketika anak yang lebih besar mulai mengerti dan berbicara, ingatkan mereka, jika memungkinkan, untuk mengekspresikan kemarahan mereka dengan kata-kata mereka sendiri daripada berteriak. Ketujuh: Pujilah anak Anda dengan segera ketika ia melakukan sesuatu yang benar. Ketika dia masih bisa tetap tenang tentang hal-hal yang biasanya membuatnya mudah marah, katakan padanya dengan cepat: Sayang, kamu hebat, anak yang baik sekali untuk ibu.