Diagnosis banding kehilangan neurologis kognitif

Kehilangan neurologis kognitif adalah salah satu manifestasi dari keadaan vegetatif. Vegetatif: Suatu keadaan di mana fungsi kortikal sangat terganggu dan korban berada dalam keadaan koma yang tidak dapat dipulihkan tanpa aktivitas sadar, tetapi pusat subkortikal dapat mempertahankan gerakan pernapasan dan detak jantung secara sukarela. Pasien dalam keadaan ini disebut “orang vegetatif”. Terlepas dari beberapa refleks neurologis naluriah dan kemampuan untuk memetabolisme zat dan energi, kemampuan kognitif (termasuk kemampuan untuk memahami keberadaan diri sendiri) benar-benar hilang dan tidak ada aktivitas aktif. Juga dikenal sebagai keadaan vegetatif, koma yang tidak dapat dipulihkan. Batang otak orang yang vegetatif masih berfungsi dan dapat mencerna dan menyerap nutrisi ketika dikirim ke tubuh, dan dapat menggunakan energi ini untuk mempertahankan metabolisme tubuh, termasuk pernapasan, detak jantung, dan tekanan darah. Tubuh juga dapat menghasilkan beberapa refleks naluriah dalam menanggapi rangsangan dari luar, seperti batuk, bersin, dan menguap. Namun, tubuh tidak lagi memiliki aktivitas neurologis yang lebih tinggi yang unik bagi manusia, seperti kesadaran, persepsi, dan pemikiran. EEG menunjukkan bentuk gelombang yang sporadis. Keadaan vegetatif berbeda dengan mati otak, yang mengacu pada kematian seluruh otak, termasuk batang otak. Pada mati otak, tidak ada pernapasan atau detak jantung secara sukarela dan EEG berupa garis lurus. Masih kontroversial apakah akan merawat seseorang dalam keadaan vegetatif dengan memberikan berbagai jenis nutrisi dengan biaya tinggi untuk mempertahankan keadaan ini, atau menyerah untuk mempertahankannya agar tetap hidup. Apa saja gejala yang mudah disalahartikan? 1. Disfungsi kognitif adalah salah satu gangguan psikologis, defisit atau kelainan kognitif. Kognisi mengacu pada proses di mana otak manusia menerima informasi eksternal, memprosesnya, dan mengubahnya menjadi aktivitas mental internal, sehingga memperoleh pengetahuan atau menerapkannya. Kognisi meliputi memori, bahasa, visual-spasial, eksekutif, komputasi, dan penilaian pemahaman. Gangguan kognitif didefinisikan sebagai gangguan pada satu atau lebih dari fungsi-fungsi kognitif tersebut. Demensia didiagnosis ketika dua atau lebih dari domain kognitif di atas terlibat dan memengaruhi kemampuan sehari-hari atau kemampuan sosial individu. 2. Penurunan fungsi kognitif Fungsi kognitif adalah proses aktivitas mental yang kompleks. Ketika fungsi kognitif seseorang berubah, berbagai perubahan akan terjadi, termasuk pemikiran, emosi, kemauan, dan perilaku. Orang dengan gangguan kognitif memiliki karakteristik kepribadian yang spesifik, seperti menyendiri, tertutup, sensitif, berpikir tidak logis dan suka berkhayal. Beberapa orang menyebutnya sebagai kepribadian skizofrenia atau kualitas laten skizofrenia (atau kualitas kerentanan). Sebaliknya, 50-60% pasien dengan skizofrenia memiliki kerentanan skizofrenia sebelum menderita penyakit ini.