Diagnosis hipertiroidisme biasanya dikonfirmasi oleh indikator T3 dan T4 yang tinggi dalam fungsi tiroid. Indikator fungsi tiroid lainnya, seperti TSH, TgAb, TPOAb, dll., dapat membantu diagnosis atau diagnosis banding penyebab hipertiroidisme. Hipertiroidisme adalah kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Tes laboratorium umumnya didasarkan pada peningkatan T3 dan T4, dan indikator fungsi tiroid lainnya, seperti TSH, TgAb, dan TPOAb, dapat membantu diagnosis penyebab hipertiroidisme. Pasien dengan hipertiroidisme dapat mengalami demam, penurunan berat badan, gangguan menstruasi, diare, peningkatan nafsu makan, lekas marah, jantung berdebar, sesak dada, insomnia, dan gemetar. Pengobatan hipertiroidisme terutama meliputi obat anti-tiroid seperti methimazole dan propylthiouracil, serta yodium radioaktif dan pembedahan. Pasien dengan hipertiroidisme harus pergi ke rumah sakit tepat waktu, menerima pengobatan standar di bawah bimbingan dokter, dan memeriksakan kembali fungsi tiroidnya secara teratur.