Apa yang harus saya lakukan jika rentang perhatian bayi saya mudah terganggu oleh faktor eksternal? Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk meningkatkan rentang perhatian bayi mereka? Bagaimana cara membuat minat bayi Anda bertahan lebih lama? Untuk bayi berusia 0 hingga 3 tahun, mereka mudah terganggu oleh faktor eksternal dan melakukan segala sesuatu hanya selama 3 menit, jadi bagaimana orang tua dapat membantu anak-anak mereka mengembangkan rentang perhatian bayi mereka? Cari tahu lebih lanjut di bawah ini. Jika seorang anak tidak memiliki rentang perhatian yang cukup, maka akan mempengaruhi kualitas dan efektivitas belajarnya. Jika anak Anda mudah terserap oleh rangsangan di sekitarnya, atau mudah teralihkan perhatiannya oleh apa yang terjadi di sekitarnya, ini merupakan indikasi bahwa anak Anda tidak memiliki rentang perhatian yang cukup. Karakteristik perhatian pada anak usia 0-3 tahun Perhatian anak usia 0-3 tahun terhadap berbagai hal bersifat tidak acak, pasif, disebabkan oleh karakteristik rangsangan itu sendiri, dan tidak memiliki tujuan. Secara ringkas, ada empat karakteristik: 1. Perhatian tanpa tujuan Anak usia 0-3 tahun belum dapat memberikan perhatian dengan cara yang terorganisir dan terarah, serta mudah terganggu oleh hal-hal yang tidak relevan, sehingga tidak memungkinkan untuk menyelesaikan tugas awal. Misalnya, bayi mungkin akan bermain dengan mainan ini untuk sementara waktu, dan kemudian meminta mainan yang lain, melemparkan mainan itu ke lantai. 2, perhatian tidak stabil Anak usia 0-3 tahun memiliki rentang perhatian yang sangat pendek dan dapat dengan mudah mengalihkan perhatian mereka. Penelitian telah menunjukkan bahwa semakin muda usia bayi, semakin pendek rentang perhatiannya: umumnya 6-7 menit untuk anak usia 2 tahun dan 9 menit untuk anak usia 3 tahun. 3. Perhatian tanpa detail Bayi di bawah usia 3 tahun hanya memperhatikan permukaan dan garis besar sesuatu, bukan pada fitur-fitur yang lebih tersembunyi dan halus, dan mereka tidak terlalu memperhatikan hubungan antara dua hal. Sebagai contoh, jika anak berusia 3 tahun diminta untuk membandingkan dua bentuk yang mirip, mereka tidak akan bisa membedakannya. 4. Perhatian yang tidak terdistribusi Tidak mungkin bagi anak di bawah usia 3 tahun untuk memperhatikan banyak hal sekaligus. Jika ibu menunjuk ke gedung dan berkata, “Lihat, sayang!” dan ayah menunjuk ke arah burung pada waktu yang hampir bersamaan, kemungkinan besar bayi tidak akan memperhatikan apa pun. Alasan kurangnya perhatian bayi Ada banyak alasan mengapa bayi kurang memperhatikan mainan yang ada di tangan atau aktivitas yang sedang mereka lakukan. Orang tua harus terlebih dahulu menganalisis alasan kurangnya perhatian anak mereka dan kemudian mengembangkan perhatian anak mereka secara ilmiah, secara bertahap dan terarah, dengan cara yang tenang. Kurangnya minat terhadap aktivitas itu sendiri Tanggapan: Hargai anak Anda dan biarkan ia memilih mainannya sendiri. Hanya apa yang dipilih anak adalah apa yang anak sukai, dan hanya dengan begitu anak akan dapat berkonsentrasi pada hal tersebut. Orang tua juga dapat memberikan panduan untuk beberapa permainan yang baru pertama kali dicoba oleh bayi, misalnya dengan mengeluarkan kerajinan yang sudah jadi untuk “memikat” bayi: “Sayang, lihat betapa lucunya tas kecil ini, bolehkah kita membuatnya juga nanti?” Konten pembelajaran yang terlalu dalam atau terlalu dangkal Tanggapan: Sediakan konten dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan fisik dan mental anak, dengan mempertimbangkan pertumbuhan dan kepekaan anak. Kembangkan koordinasi tangan dan mata. Pada usia 2 tahun, ketika anak sudah lebih mampu, kita dapat meningkatkan kesulitan dengan mengizinkannya memasukkan manik-manik dan paku, sambil memberinya bimbingan yang tepat. Jika seorang anak memilih mainan sendiri (yang menunjukkan bahwa ia menyukainya) tetapi tidak memainkannya lebih dari dua kali, ia akan berhenti. Hal ini mungkin karena mainan tersebut terlalu sulit untuk dimainkan oleh anak, atau karena mainan tersebut terlalu mudah dan anak merasa tidak menarik. Di sinilah orang tua dapat mencoba mengintervensi dan membimbing anak untuk terus bermain. Jika mainan terlalu sulit, turunkan tingkat kesulitannya dan cobalah untuk membuat anak ‘melompat dan meraih’. Jika mainan tersebut terlalu mudah, ubahlah cara anak memainkannya agar ia dapat menikmatinya kembali. Misalnya, saat pertama kali mulai bermain dengan gunting, anak Anda tidak akan bisa menggunting dan ingin menyerah setelah beberapa kali mencoba, jadi sebaiknya peganglah secarik kertas dan biarkan anak Anda mengguntingnya. Pengaruh lingkungan keluarga Seperti keluarga besar, ketegangan di rumah, orang tua yang pemarah, suasana keluarga yang menyedihkan, orang tua yang bertengkar sepanjang hari, dll. Penanggulangan: Sediakan lingkungan belajar yang tenang untuk anak Anda. Saat di rumah, jangan berdebat di depan anak, bicaralah dengan suara yang lebih lembut dan cobalah untuk membiarkan anak mengeksplorasi mainannya sendiri. Penanggulangan: Jangan menyediakan terlalu banyak mainan dalam satu waktu, cukup dua atau tiga mainan saja. Jika anak Anda sedang tidak sehat, misalnya ketika ia mengantuk atau sakit, jangan biarkan ia bermain terlalu lama dan beristirahatlah dengan cukup. Kiat-kiat untuk menjaga minat anak Anda lebih lama Mengenali antusiasme anak Anda selama lima menit untuk segala hal, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu minat anak Anda bertahan lebih lama. Hal ini tidak hanya akan membuat Anda beristirahat, tetapi juga akan membantunya memperhatikan di kelas nanti di sekolah. Sediakan mainan yang sesuai dengan usianya Apa pun yang berada di luar kemampuan anak Anda untuk melakukannya akan dengan cepat membuatnya menyerah dan beralih ke hal lain. Ingatlah: kesenangan tidak selalu yang terbaik, seperti yang dialami langsung oleh seorang ayah: “Kami membelikan anak kami yang berusia dua tahun sebuah mobil listrik dan dia duduk di atasnya untuk beberapa saat, tetapi menyalakan mesin dan menginjakkan kakinya ke pedal terlalu sulit baginya, jadi dia segera berhenti bermain dengannya.” Meskipun buku petunjuk mainan mengatakan bahwa mainan tersebut cocok untuk semua anak prasekolah, Anda sebaiknya menilai apakah mainan tersebut cocok untuk anak Anda berdasarkan apa yang Anda ketahui. Lori Evans, seorang psikolog anak di New York University, mengatakan bahwa kegiatan yang membuat anak bergerak lebih mungkin melibatkan mereka, seperti menari dengan musik atau menendang bola di sekitar halaman. Pastikan Anda cukup tidur dan makan makanan yang sehat. Kurang tidur dan pola makan yang tidak sehat dapat memengaruhi kemampuan orang dewasa untuk memperhatikan, begitu juga dengan anak-anak. Mengontrol waktu menonton TV Para ahli mengatakan bahwa jika seorang anak berusia 1 hingga 3 tahun menonton TV satu jam lebih lama setiap hari, ia hampir 10 persen lebih mungkin memiliki masalah perhatian pada usia 7 tahun. Untuk mendorong anak Anda untuk memperpanjang perhatiannya pada sesuatu, Anda dapat menetapkan waktu dan melihat apakah ia dapat mempertahankannya lebih lama. Jangan ‘membuat anak Anda kelelahan’ Meskipun rentang perhatian perlu dikembangkan dengan sabar, tidak disarankan untuk menjaga perhatian anak Anda yang berusia 2 tahun terlalu lama dalam satu waktu, lebih baik memberinya waktu luang selama beberapa menit setelah beberapa menit belajar. Penting juga untuk mengubah konten perhatian anak Anda secara teratur untuk membuatnya tetap tertarik dan menjaga ‘perhatiannya’ sampai akhir.