Pelurusan tulang belakang leher dapat menyebabkan pusing, yang sebagian besar terkait dengan suplai darah arteri vertebralis yang tidak mencukupi, kompresi dan ekstrusi saraf, dan kekakuan otot leher.
1. Pasokan darah arteri vertebralis yang tidak mencukupi: Dalam kondisi fisiologis normal, tulang belakang leher memiliki kelengkungan fisiologis tertentu, yang sejalan dengan rute pembuluh darah dan saraf. Ketika tulang belakang leher diluruskan, arah normal arteri vertebralis bilateral juga berubah, yang dapat menyebabkan suplai darah arteri vertebralis tidak mencukupi, sehingga mengakibatkan kekurangan darah dan oksigen ke jaringan otak dan pusing.
2. Kompresi dan ekstrusi saraf: Ketika vertebra serviks menjadi lurus, akan menghasilkan kompresi dan ekstrusi yang jelas pada saraf yang mengarah ke otak, dan fungsi saraf akan terpengaruh, yang dapat menyebabkan pusing.
3. Otot leher yang kaku: ketika tulang leher menjadi lurus, otot-otot di leher akan berada dalam kondisi tegang dan berkontraksi, mengakibatkan peningkatan tekanan di dalam otot, yang dapat merangsang kompresi arteri vertebralis bilateral, sehingga suplai darah ke otak tidak mencukupi dan menyebabkan pusing.
Oleh karena itu, untuk menghindari pelurusan tulang leher, Anda harus memperhatikan untuk menghindari menundukkan kepala dalam jangka waktu lama dan memilih bantal dengan ketinggian yang sesuai.