SAA dan CRP yang tinggi biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, yang mengindikasikan adanya peradangan dalam tubuh, dan perawatan anti-bakteri dan anti-inflamasi dapat diberikan setelah penyebab penyakit diklarifikasi. 1. CRP, atau protein C-reaktif, adalah reaksi fase waktu ketika terjadi infeksi akut, dan biasanya mencapai tingkat peningkatan yang tinggi dalam satu atau dua hari, yang merupakan indikator sensitif untuk mengidentifikasi infeksi bakteri dan infeksi virus. Pada infeksi bakteri, CRP dapat meningkat dengan cepat, dan setelah gejala infeksi dihilangkan, kadarnya akan turun menjadi normal dalam waktu sekitar satu minggu, tetapi CRP biasanya tidak meningkat pada infeksi virus. 2. SAA, serum amiloid, juga merupakan protein yang responsif terhadap waktu, yang dapat disintesis di dalam hati, dan dapat digunakan secara klinis untuk menilai jalannya peradangan akut. Ketika tubuh terinfeksi oleh virus, jamur, mikoplasma, dll., SAA dapat mulai meningkat dalam beberapa jam, terutama pada infeksi virus, dan ketika infeksi diobati dan pulih, SAA dapat dengan cepat kembali ke tingkat normalnya, yang merupakan parameter indikator yang relatif sensitif yang dapat digunakan secara luas untuk membantu penyaringan dan diagnosis penyakit menular tertentu. Ketika SAA dan CRP digabungkan, maka dapat membantu mengidentifikasi infeksi bakteri dan virus. Ketika keduanya meningkat, dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan oleh seorang profesional medis.