Ada banyak faktor risiko stroke, baik yang dapat dikontrol maupun yang tidak dapat diintervensi, seperti jenis kelamin, usia, ras, dan genetika. Namun demikian, ada beberapa cara untuk mengendalikan dan mengintervensi faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, hiperlipidaemia, merokok, penyalahgunaan alkohol dan hiperhomosisteinemia. Seri ini menyajikan faktor risiko yang direkomendasikan oleh American Heart Association (AHA) dan pedoman American Stroke Association (ASA). Hipertensi – Hipertensi adalah faktor risiko penting yang paling mapan dan terkendali untuk infark serebral dan pendarahan otak, sehingga mengobati hipertensi adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah stroke iskemik dan stroke hemoragik. Manfaat pengobatan hipertensi untuk pencegahan stroke sudah terbukti pada pasien dari segala usia, termasuk mereka yang berusia >=80 tahun. Selain itu, menurunkan tekanan darah lipid lebih penting daripada memilih obat tertentu untuk mencapai tujuan. Pedoman ini dengan jelas menyatakan bahwa tekanan darah sistolik harus di bawah 140 mmHg dan tekanan darah diastolik di bawah 90 mmHg; untuk pasien hipertensi dengan diabetes atau penyakit ginjal, target tekanan darah harus di bawah 130/80 mmHg.