Bagaimana diagnosis dan pengobatan sindrom apnea tidur (mendengkur)?

Sindrom apnea tidur (mendengkur) biasanya didiagnosis melalui polisomnografi, dan biasanya diobati dengan pengobatan umum, pengobatan instrumental dan pembedahan.
1. Diagnosis: Secara klinis, polisomnografi adalah cara terbaik untuk mendiagnosis sindrom apnea tidur (mendengkur), yang dapat menentukan jenis dan tingkat keparahannya. Dikombinasikan dengan pemeriksaan telinga, hidung dan tenggorokan serta mulut, dapat diketahui apakah ada kelainan perkembangan lokal, hiperplasia, tumor dan sebagainya.
2. Pengobatan:
(1) Pengobatan umum: memperbaiki gejala dengan mengurangi berat badan dan mengubah posisi tidur.
(2) Terapi ventilasi tekanan saluran napas positif non-invasif: termasuk ventilasi tekanan saluran napas positif terus menerus dan terapi ventilasi tekanan saluran napas positif dua tingkat. Sebelum perawatan ventilasi non-invasif, titrasi tekanan harus dilakukan untuk mengatur tekanan optimal yang diperlukan oleh individu untuk perawatan jangka panjang di rumah, dan tindak lanjut secara teratur harus dilakukan untuk menyesuaikan tekanan sesuai dengan perubahan kondisi.
(3) Perawatan alat ortodontik oral: alat pemaju rahang bawah adalah salah satu alat yang lebih banyak digunakan secara klinis saat ini, yang dapat membuat akar lidah dan tulang hyoid bergerak ke depan dan memperbesar saluran napas bagian atas dengan menggeser posisi rahang bawah ke depan.
(4) Perawatan bedah: termasuk operasi perluasan hidung, tonsilektomi, palatofaringoplasti, operasi kemajuan mandibula, trakeotomi, dan sebagainya.
Pasien dengan sindrom sleep apnea (mendengkur) harus memperhatikannya, mencari perawatan medis tepat waktu, dan mengikuti instruksi dokter untuk perawatan dini.