Apa saja gejala hemolisis janin dalam kandungan

Penyebab utama hemolisis intrauterin adalah ketidakcocokan golongan darah antara ibu dan anak, dan gejala pada janin terutama meliputi: anemia janin, gagal jantung, edema dan kematian janin dalam kandungan.
1. Anemia janin: ketika terjadi hemolisis intrauterin, sel darah merah pada janin akan mengalami perubahan yang tidak normal, seperti: kekurangan enzim sel, membran sel yang tidak normal, dan komposisi hemoglobin sel yang rusak, sehingga mengakibatkan kandungan hemoglobin yang tidak normal pada janin, dan gejala anemia janin pun muncul.
2. Gagal jantung: hemolisis intrauterin menyebabkan penghancuran besar-besaran sel darah merah pada bayi baru lahir, yang dapat menyebabkan anemia pada janin. Jika anemia parah, volume darah yang bersirkulasi efektif pada janin akan berkurang, dan fungsi jantung akan rusak, yang akan menyebabkan gagal jantung janin.
3. Oedema: Pada hemolisis intrauterin, tekanan osmotik koloid plasma menurun karena anemia pada bayi baru lahir, dan cairan dalam pembuluh darah menembus ke dalam ruang interstisial jaringan, mengakibatkan oedema pada janin.
4. Kematian janin dalam kandungan: jika gejala hemolisis intrauterin lebih serius, fungsi berbagai organ janin akan terganggu secara serius, dan juga dapat membahayakan nyawa janin, yang mengakibatkan kematian janin dalam kandungan.
Wanita hamil yang menderita hemolisis intrauterin harus berkonsultasi dengan dokter secara tepat waktu untuk menghindari penundaan kondisi dan mempengaruhi kesehatan ibu dan anak.