Ligasi pada pria merupakan bentuk sterilisasi yang umum dilakukan. Keuntungannya adalah mencapai efek kontrasepsi, sedangkan kerugiannya adalah dapat menyebabkan komplikasi selama operasi. 1. Manfaat: Ligasi adalah bentuk kontrasepsi yang umum dilakukan. Ligasi melibatkan pemotongan kedua sisi vas deferens dan pengikatan ujung paravalvular vas deferens, sehingga menghalangi sperma dari vas deferens ke saluran ejakulasi, dan pada akhirnya mencapai tujuan kontrasepsi. Setelah ligasi, pria dapat memeriksa air mani mereka sebulan sekali untuk memastikan bahwa tidak ada sperma, dan kemudian mereka dapat berhubungan seks tanpa rasa takut. 2. Kekurangan: Meskipun operasi ligasi pada pria relatif tidak terlalu traumatis, namun mungkin terdapat beberapa komplikasi selama prosedur, seperti perdarahan, infeksi lokal, stasis epididimis, edema lokal, rasa sakit, dan sebagainya. Selain itu, pada sejumlah kecil kasus, spermatozoa masih terlihat dalam ejakulasi karena variasi anatomis atau ketegangan lokal yang berlebihan yang menyebabkan rekanalisasi dalam jangka pendek setelah operasi. Pria mungkin mengalami reaksi psikologis atau mental setelah operasi, yang menyebabkan penurunan libido dan disfungsi ereksi. Pria disarankan untuk mempertimbangkan dengan cermat dan masuk akal sebelum menjalani operasi ligasi, dan memilih rumah sakit biasa untuk operasi, dan mencari perawatan medis tepat waktu jika terjadi reaksi yang merugikan setelah operasi.