Peran tomat

Tomat dapat dimasak sebagai sayuran dan dimakan mentah seperti buah, menjadikannya makanan yang umum di meja orang-orang dengan rasa dan nilai gizi yang baik. Selain itu, sejumlah penelitian di dalam dan luar negeri telah menunjukkan bahwa tomat mengandung sejumlah besar vitamin, likopen, karoten, asam folat, dan elemen jejak, menjadikannya sebagai “pencegah kanker” yang bernilai tinggi. Seperti halnya tingkat karsinogen, ada juga tingkat efek pencegahan kanker dari makanan. World Cancer Research Fund dan American Institute for Cancer Research telah mengklasifikasikan efek makanan dalam mengurangi risiko kanker ke dalam empat kelas, termasuk studi epidemiologi: ‘memadai’, ‘sangat mungkin’, ‘terbatas’, dan ‘tidak mungkin’. ‘, dan ‘tidak mungkin’.” Tomat dapat diklasifikasikan sebagai tingkat kedua, yaitu ‘sangat mungkin’ untuk melindungi dari kanker. Telah terbukti bahwa tomat mengandung bahan kimia yang melindungi tubuh dari karsinogen dan dengan demikian memiliki efek anti-kanker. Zat anti-kanker utama dalam tomat meliputi yang berikut ini: likopen melindungi dari kanker prostat. Tomat kaya akan likopen, salah satu oksidan paling kuat yang ditemukan pada tanaman saat ini. Sebuah penelitian di Universitas Harvard menemukan bahwa orang yang makan 10 porsi tomat atau produk tomat per minggu memiliki penurunan risiko kanker prostat sebesar 45% dibandingkan mereka yang makan kurang dari 2 porsi produk tomat. Likopen ditemukan dalam makanan seperti tomat, semangka, dan jeruk, tetapi likopen hanya lebih mudah diserap jika dimakan dalam keadaan matang, dan dengan kandungan tertinggi pada tomat, tomat tetap menjadi sumber utama asupan likopen bagi tubuh. Vitamin C melindungi dari tumor pada sistem pencernaan. Vitamin C memiliki sifat antioksidan dan anti-kanker, mencegah transformasi nitrat menjadi nitrosamin yang bersifat karsinogen dalam saluran pencernaan dan juga menjaga struktur matriks sel tetap utuh, sehingga mencegah tumor sistem pencernaan seperti kanker kerongkongan dan lambung. Sebuah studi dari Zhejiang University menemukan bahwa asupan vitamin C yang cukup dapat membantu mencegah kanker perut. Tomat mengandung 19mg vitamin C per 100g, yang 5 kali lebih banyak daripada apel dan pir bebek. Karotenoid dapat mencegah kanker mulut. Tomat relatif kaya akan karotenoid. Dari hasil percobaan pada hewan dan uji klinis pendahuluan, karoten memiliki efek pencegahan yang potensial terhadap kanker mulut. Vitamin B6 melindungi dari kanker kandung kemih. Tomat adalah salah satu sumber vitamin B6. Penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin B6 menghambat produksi sel kanker sampai batas tertentu dan membantu mensintesis sejumlah enzim penting dalam tubuh, yang pada gilirannya mengatur metabolisme. Selain efek pencegahan kanker di atas, sebuah penelitian di Jerman menemukan bahwa pria dengan asupan likopen yang rendah memiliki risiko dua kali lipat terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang memiliki asupan likopen yang tinggi; tomat mengandung lutein, yang melindungi mata dan dapat mencegah terjadinya degenerasi makula yang berkaitan dengan usia dan cocok untuk pekerja kantoran yang sering menggunakan matanya; sebuah penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa mengonsumsi lebih banyak makanan yang kaya kalium, seperti tomat dan pisang, dapat mempercepat ekskresi natrium dari dalam darah dan membantu Sebuah penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya kalium, seperti tomat dan pisang, dapat mempercepat pembuangan natrium dari darah dan membantu menurunkan tekanan darah.