Pembedahan invasif minimal adalah metode yang umum dilakukan untuk menangani kehamilan ektopik dan juga merupakan standar emas untuk mendiagnosis kehamilan ektopik. Prosedur ini relatif tidak berbahaya, dan dengan pemulihan yang lebih cepat dan perdarahan yang lebih sedikit, peluang untuk hamil lagi setelah pembedahan masih relatif tinggi, sehingga dianjurkan untuk menjalani pembedahan invasif minimal jika kondisinya memungkinkan. Satu-satunya bahaya bedah invasif minimal adalah, seperti semua bedah perut, bedah ini dapat menyebabkan perlekatan panggul kronis dan peradangan kronis setelah pembedahan, yang terutama terkait dengan pemulihan tubuh. Dianjurkan untuk menjaga istirahat dan nutrisi setelah operasi, dan berkonsultasi dengan dokter kapan saja jika ada kelainan yang terjadi.