Saatnya berolahraga. Setiap kenaikan berat badan 20kg meningkatkan risiko kanker esofagus sebanyak dua kali lipat.
Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan salah satu faktor risiko kanker esofagus, yang dapat dipicu oleh mekanisme seperti kerusakan mukosa esofagus melalui refluks gastro-esofagus. Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas tiga kali lebih mungkin mengembangkan kanker esofagus daripada mereka yang memiliki berat badan normal, dan untuk setiap kenaikan 20 kg berat badan, kemungkinan mengembangkan kanker esofagus meningkat dua kali lipat. Olahraga dapat mengurangi kejadian kanker esofagus dengan mempertahankan berat badan yang wajar.
Olahraga dapat mengurangi kejadian kanker esofagus hingga 40%
Olahraga tidak hanya memperkuat tubuh, tetapi ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga adalah obat anti-kanker spektrum luas terbaik. American Cancer Center mengikuti 1,44 juta orang sehat selama lebih dari 18 tahun dan menemukan bahwa 10% orang teratas yang berolahraga memiliki risiko 42% lebih rendah terkena kanker esofagus dibandingkan dengan 10% terbawah dari orang yang berolahraga.
Olahraga dapat membantu penderita kanker esofagus untuk memperbaiki kondisi mereka
Olahraga tidak hanya mengurangi insiden kanker esofagus, tetapi juga dapat memperbaiki kondisi penderita kanker esofagus melalui sejumlah mekanisme. Olahraga meningkatkan jumlah sel kekebalan tubuh, mempercepat pertumbuhan sel darah putih, dan meningkatkan antioksidan seluler, sehingga memperlambat perkembangan kanker esofagus dan mengurangi efek samping yang terkait dengan pengobatan.