Penyakit rematik dapat dianalisis melalui gejala klinis, tes laboratorium dan tes pencitraan. 1. Gejala klinis: Penyakit rematik mencakup berbagai penyakit, seperti artritis reumatoid, lupus eritematosus sistemik, dll. Gejala klinis dapat berupa artralgia, ruam kulit, mulut dan mata kering, dsb., dan manifestasi klinis pasien dapat berbeda-beda, bergantung pada penyakit tertentu. Pasien mungkin juga mengalami gejala non-spesifik seperti demam, berkeringat, dan kelelahan. 2. Tes laboratorium: Tes laboratorium yang umum digunakan dalam diagnosis penyakit rematik termasuk faktor rheumatoid, spektrum antibodi anti-nuklir, antibodi sitoplasma anti-neutrofil, antibodi anti-fosfolipid, dan autoantibodi lainnya, serta sedimentasi darah, CRP, dan sebagainya. 3. Tes pencitraan: X-ray, ultrasound, magnetik nuklir, isotop, dan tes pencitraan lainnya sangat membantu dalam diagnosis dan diagnosis banding lesi sendi rematik. Jika Anda ingin mengetahui apakah Anda menderita rematik, disarankan untuk pergi ke departemen reumatologi dan imunologi di rumah sakit biasa untuk mendapatkan diagnosis yang jelas dan mengikuti petunjuk dokter untuk diagnosis dan pengobatan standar.