Suplementasi makanan adalah cara terbaik untuk memberikan seng kepada anak-anak dan paling sesuai dengan metabolisme tubuh. Jika kekurangan seng tidak terlalu serius, gejalanya tidak terlalu jelas, atau bahkan untuk mencegah kekurangan seng, suplementasi makanan biasanya sudah cukup. Suplemen makanan terutama mencakup tiram, tiram, ikan terbang, kulit udang, nori, tepung ikan, biji wijen, kacang tanah, dan hati babi, yang kaya akan seng. Perlu dicatat bahwa suplementasi makanan memiliki kelemahan, yaitu lambat, ditambah lagi daya serap saluran cerna anak berbeda-beda, bahkan ada yang sulit untuk dibentuk, oleh karena itu bagi anak yang mengalami defisiensi zinc yang serius atau yang ingin membentuk zinc dengan cepat sebaiknya menggunakan suplemen zinc tepat waktu, seperti protein zinc yang lebih komprehensif. Tiram, cumi-cumi, dan hati hewan seperti yang disebutkan di atas. Ada tiga generasi utama suplemen seng: generasi pertama adalah seng anorganik, termasuk seng sulfat, seng klorida, dan seng nitrat, yang pada dasarnya telah dihapuskan dari pasar sekarang karena cenderung menyebabkan iritasi gastrointestinal dalam bentuk mual dan muntah. Generasi kedua adalah seng asam organik, termasuk seng glukonat, seng licorice, seng asetat, seng sitrat, asam amino seng dan seng laktat, yang sekarang tidak direkomendasikan untuk anak-anak dan wanita hamil. Generasi ketiga terutama adalah protein seng, yang sekarang sangat bermanfaat untuk penyerapan kalsium dan elemen lainnya, terutama seng, dan merupakan sediaan biologis murni dengan aktivitas tinggi dan mudah diserap. Hal-hal di atas hanya sebagai referensi saja. Silakan lihat petunjuk dokter Anda untuk pengobatan dan perawatan khusus.