Perdarahan intrakranial umumnya dikenal sebagai perdarahan otak. Semakin banyak perdarahan yang terjadi, semakin banyak pula yang harus dikeluarkan melalui pembedahan. Ada berbagai cara untuk mengeluarkannya, misalnya, pendekatan invasif minimal di mana lubang dibuat di otak dan tabung kecil ditempatkan untuk mengalirkan darah keluar secara perlahan-lahan, yang sangat invasif dan efektif. Namun, untuk beberapa area yang lebih dalam, pendekatan stereotaktik navigasi yang lebih tepat mungkin harus digunakan untuk mengangkat hematoma secara akurat. Jika perdarahan terlalu luas, kraniotomi harus dilakukan untuk mengangkat hematoma secara ekstensif. Dalam kasus ini, gejala pasien sudah sangat parah dan dapat mengancam jiwa, sehingga pendekatan ini harus dilakukan sebagai pilihan terakhir. Kesimpulannya, stasis intrakranial tetap harus dicegah sedini mungkin untuk menghindari situasi yang lebih serius. Sebagai contoh, kontrol yang tepat terhadap tekanan darah dan gula darah dapat dipertimbangkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi terjadinya memar.