Mayoritas sindrom Tourette memiliki prognosis yang baik, dengan sebagian kecil yang parah. Sindrom Tourette terdiri dari kontraksi yang cepat pada satu atau beberapa otot, baik di satu tempat atau dengan cara mengembara, dan dapat dimanifestasikan dengan mengerutkan dahi, kedutan pada wajah, mengembangnya hidung, atau mencibirkan bibir. Jika otot pernapasan dan artikulatoris terlibat, tics dapat disertai dengan artikulasi yang tidak disengaja atau bahasa yang tidak senonoh, sehingga disebut “Sindrom Tourette”. Penyakit ini umum terjadi pada anak-anak, dan penyebab serta patogenesisnya masih belum jelas. Terapi obat yang dikombinasikan dengan konseling psikologis merupakan tindakan yang efektif untuk mengobati penyakit ini. Obat utamanya adalah haloperidol, sulpiride, thiopride atau risperidone, yang harus dimulai dari dosis kecil dan secara bertahap ditingkatkan hingga mencapai dosis efektif. Setelah gejalanya terkendali, dosis harus dikurangi secara bertahap dan dipertahankan untuk jangka waktu tertentu (3 bulan atau lebih lama), yang dapat membuat banyak anak kembali normal. Jika penyakit ini tidak terkontrol, maka akan berdampak serius pada kehidupan, belajar, dan kondisi psikologis anak, yang merugikan kesehatan fisik dan mental serta perkembangannya di masa depan, dan membawa beban mental dan ekonomi bagi keluarga. Jika Anda menemukan anak-anak dengan gejala-gejala di atas, Anda harus memperhatikannya, pergi ke rumah sakit tepat waktu, di bawah bimbingan spesialis, secara aktif mendiagnosis dan mengobati penyakit, memperhatikan istirahat dan nutrisi, dan memperhatikan kondisi psikologis anak-anak.