Hemoglobin yang rendah pada anak-anak mungkin berhubungan dengan hemolisis, anemia defisiensi besi, dan anemia kelainan produksi protein manik.
1. Hemolisis: kurangnya enzim G6PD dalam tubuh anak-anak menyebabkan penyakit kacang buncis. Penyalahgunaan kacang panjang dapat menyebabkan hemolisis dan hemoglobin yang rendah.
2. Anemia defisiensi besi: diare, radang usus kronis, dan penyakit lainnya dapat menyebabkan hambatan penyerapan zat besi, sehingga menyebabkan anemia defisiensi besi, sehingga anak-anak memiliki gejala hemoglobin rendah.
3. Anemia Pearson: anemia ini merupakan kelainan genetik, di mana ketiadaan rantai protein pearson yang disebabkan oleh cacat genetik menyebabkan hemoglobin yang rendah pada anak-anak.
Hemoglobin yang rendah pada anak-anak juga dapat dikaitkan dengan anemia megaloblastik, hepatitis virus, dll. Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk mengidentifikasi penyebab penyakit dan melakukan pengobatan atau terapi yang tepat sasaran.