Bagaimana hipoglikemia ditangani

Toleransi hipoglikemik didefinisikan sebagai glukosa darah puasa <7,0 mmol/L, dengan glukosa darah 2 jam setelah beban glikemik antara 7,8 dan 11,1 mmol/L. Pasien dengan gangguan toleransi glukosa harus diberikan intervensi gaya hidup (misalnya, terapi nutrisi medis, terapi olahraga, dll.) untuk mengurangi risiko diabetes. Intervensi farmakologis dapat dipertimbangkan jika intervensi gaya hidup intensif tidak efektif pada pasien dengan gangguan toleransi glukosa. 1. Terapi nutrisi medis: Pasien dengan gangguan toleransi glukosa perlu menerima terapi nutrisi medis individual. Hal ini diperlukan untuk mengontrol asupan energi total, distribusi berbagai nutrisi yang rasional dan seimbang, dan memenuhi preferensi diet individu sebanyak mungkin. 2. Terapi olahraga: Olahraga teratur dapat meningkatkan sensitivitas insulin, meningkatkan kualitas hidup dan membantu mengontrol glukosa darah. Olahraga aerobik seperti jalan cepat, jogging, bersepeda dan berenang dapat dipilih. 3. Intervensi farmakologis: Uji klinis telah menunjukkan bahwa terdapat bukti yang cukup mengenai keamanan metformin dan acarbose untuk penggunaan jangka panjang pada orang dengan gangguan toleransi glukosa. Jika Anda ditemukan memiliki gangguan toleransi glukosa, saat menerima perawatan dari dokter profesional di rumah sakit biasa, Anda harus memantau glukosa darah Anda secara teratur untuk menghindari penundaan kondisi Anda.