Baik tekanan tinggi maupun tekanan rendah adalah manifestasi klinis hipertensi, yang dapat diobati dengan obat antihipertensi selama diagnosis penyakit dipastikan, dan penggunaan obat secara spesifik harus sesuai dengan petunjuk dokter. Jika tekanan darah sistolik (tekanan tinggi) ≥140mmHg dan/atau tekanan darah diastolik (tekanan rendah) ≥90mmHg lebih dari tiga kali tidak pada hari yang sama, maka disebut hipertensi, oleh karena itu, meskipun tekanan tinggi dan tekanan rendah tidak normal pada saat yang sama, itu hanya diperlakukan sebagai penyakit dan obat antihipertensi yang sama dapat dikonsumsi. Saat ini, obat antihipertensi yang umum digunakan termasuk diuretik (misalnya hidroklorotiazid), penghambat beta (misalnya metoprolol), dan penghambat saluran kalsium (misalnya nifedipin). Namun, perlu dicatat bahwa efek terapeutik dari berbagai obat antihipertensi masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi fisik individu, kepatuhan minum obat, dan tingkat keparahan penyakit, dll. Kemanjuran spesifik dari obat ini bervariasi dari orang ke orang, dan kontraindikasi serta efek sampingnya pun berbeda. Oleh karena itu, mereka yang telah didiagnosis menderita hipertensi harus menggunakan obat antihipertensi di bawah bimbingan dokter, dan tidak boleh sembarangan menggunakan obat atau menambah atau mengurangi dosis obat sendiri, agar tidak menimbulkan akibat yang merugikan.