Efek samping dari nebulisasi

Nebulisasi adalah bentuk pengobatan di mana obat dihirup ke dalam paru-paru dengan menggunakan nebuliser, membentuk kabut air yang memfasilitasi penyerapan dan penggunaan obat. Nebulisasi memiliki beberapa efek samping: i. Konsentrasi obat yang digunakan dalam antibiotik nebulisasi, jika tidak mencapai konsentrasi yang efektif, dapat dengan mudah menyebabkan resistensi bakteri, yang mengakibatkan perlunya meningkatkan dosis ketika obat tersebut digunakan kembali. Kedua, obat yang dihirup melalui nebulisasi tersebar di dalam organisme, yang dapat dengan mudah menyebabkan pengendapan obat di daerah yang terinfeksi non-bakteri, dan karena obat masuk ke dalam tubuh dengan cara yang menyebar, obat yang diperlukan untuk digunakan juga dalam dosis yang lebih besar. Ketiga, beberapa obat yang dihasilkan oleh nebulisasi dibuang langsung ke dunia luar, yang agak tidak mencemari lingkungan luar. Keempat, selama nebulisasi, karena dosis obat yang dihirup terlalu tinggi, obat tersebut dapat masuk ke dalam sirkulasi untuk metabolisme dan mungkin memiliki efek samping pada ginjal.