Gangguan Kecemasan Akut, atau Gangguan Panik, adalah serangan kecemasan akut yang ditandai dengan serangan panik yang berulang, yang sering kali dimanifestasikan dengan gejala seperti sesak napas yang signifikan, jantung berdebar, gemetar dengan rasa hampir mati. Penyebab penyakit ini masih belum jelas, dan sebagian besar diobati dengan psikoterapi atau obat-obatan, dan kombinasi keduanya saat ini merupakan pengobatan klinis yang paling direkomendasikan. 1. Psikoterapi: Terapi perilaku kognitif adalah pilihan pertama. Strategi pengobatannya meliputi: (1) mencapai paparan rasa takut yang bertingkat melalui imajinasi dan pelatihan perilaku; (2) menemukan hubungan antara gejala fisik dan serangan panik; (3) rekonstruksi kognitif; (4) latihan pernapasan; (5) latihan relaksasi. 2. Terapi obat: antidepresan penghambat reuptake 5-hidroksitriptamin selektif adalah pilihan pertama, seperti escitalopram oksalat, sertraline, paroxetine, dll. Obat ansiolitik benzodiazepin umumnya digunakan untuk waktu yang singkat. Obat ini dapat dipilih sesuai dengan situasi spesifik pasien. Dianjurkan agar obat tunggal digunakan dalam jumlah dan cara pengobatan yang cukup. Selama masa pengobatan, amati dengan cermat perubahan kondisi dan reaksi obat yang merugikan. 3. Pengobatan kombinasi: Terapi perilaku kognitif yang dikombinasikan dengan pengobatan obat telah terbukti lebih baik daripada pengobatan tunggal, untuk pasien dengan kemanjuran obat yang buruk, tindak lanjut yang dikombinasikan dengan psikoterapi mungkin memiliki kemanjuran yang signifikan dan tahan lama. Pasien dengan gangguan panik harus pergi ke rumah sakit profesional pada waktu yang tepat, mengikuti instruksi dokter untuk perawatan, dan tidak menggunakan obat-obatan secara membabi buta.