Cara mendeteksi hipotiroidisme pada wanita

Hipotiroidisme pada wanita dapat dideteksi dengan tes laboratorium, pencitraan tiroid, dll. Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter.
1. Tes laboratorium: tes fungsi tiroid, termasuk triiodotironin bebas, triiodotironin total, hormon perangsang tiroid, hormon tiroid total, dan tiroksin bebas, dll. Tes antibodi tiroid, seperti antibodi tiroid peroksidase, antibodi tiroglobulin, dll., dapat membantu memperjelas penyebab hipotiroidisme primer.
2. Pencitraan tiroid: USG tiroid dapat menentukan apakah kelenjar tiroid membesar atau tidak, karena beberapa pasien dengan hipotiroidisme dapat disertai gondok. Tes lain seperti resonansi magnetik dan pencitraan nuklir tiroid juga dapat dilakukan untuk diagnosis banding.
Selain itu, hipotiroidisme dapat dinilai dari adanya gejala-gejala hipotiroidisme seperti kelelahan, menggigil, bradikardia, kulit kering, dan kehilangan konsentrasi, serta riwayat operasi tiroid, penyakit autoimun, dan kondisi atau perawatan medis terkait lainnya.
Wanita yang dicurigai menderita hipotiroidisme disarankan untuk pergi ke rumah sakit dan meminta dokter untuk membuat penilaian.