Program Pemeriksaan Kesuburan Pria

Tes kesuburan pria yang dapat dilakukan di rumah sakit utama adalah: pertama, pemeriksaan air mani rutin, yang merupakan tes utama untuk menentukan oligospermia, azoospermia, dan spermatozoa lemah. Kedua, ultrasonografi skrotum, yang digunakan untuk menentukan apakah ada kerusakan pada testis, epididimis, dan varikokel. Ketiga, biokimia, ini untuk menentukan apakah ada penyakit internal yang mempengaruhi tubuh. Keempat, pengukuran kadar hormon seks, yaitu untuk mengetahui apakah ada gangguan pada kadar hormon. Kelima, tes sifilis dan AIDS, hal ini perlu dilakukan untuk mencegah pewarisan penyakit menular seksual. Dengan informasi ini, kita dapat menentukan kesuburan pasien secara awal. Jika kita ingin memeriksa lebih lanjut penyebab infertilitas pria, banyak rumah sakit perawatan primer tidak dapat melakukannya, dan hanya di rumah sakit perawatan tersier nasional yang dapat melakukan beberapa tes khusus, seperti tes antibodi sperma, tes kromosom, penentuan fruktosa plasma air mani, dan tes imunologi.