Manifestasi klinis azoospermia non-obstruktif

Azoospermia non-obstruktif bukan karena obstruksi duktus, melainkan karena faktor testis dan gagal memproduksi spermatozoa, manifestasi klinis terkait dengan klasifikasi sebagai berikut: 1, karena kelainan kromosom, seperti Sindrom Kirschner atau Sindrom Hipoplasia Testis Bawaan, pasien memiliki wajah yang khas, setelah dilakukan pemeriksaan fisik ternyata testisnya sangat kecil, akibat kelainan kromosom yang mengakibatkan kegagalan dalam memproduksi spermatozoa; 2, kromosom pasien normal tetapi setelah dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter ternyata testisnya relatif kecil, di bawah 8 ml atau bahkan seukuran kacang fava atau kacang hijau, pada dasarnya kehilangan spermatogenesis, sama sekali tidak dapat membuat wanita hamil.