Meningkatkan Kesadaran untuk Mengenali Penyakit Parkinson Sejak Dini

Penyakit Parkinson adalah penyakit yang umum terjadi pada orang paruh baya dan lanjut usia, terutama orang tua. Saat ini, tingkat prevalensi orang yang berusia di atas 65 tahun di Tiongkok adalah 1,7 persen, dan sekitar 1,7 juta orang yang berusia di atas 55 tahun menderita penyakit ini. Penyakit Parkinson adalah penyakit degeneratif neuron di substansia nigra striata otak. Penyebab penyakit ini tidak jelas, dan secara umum diyakini bahwa penyakit ini mungkin terkait dengan penuaan manusia, racun lingkungan (pestisida, herbisida), faktor genetik, dan sebagainya. Penyakit ini memiliki onset yang berbahaya dan perjalanan yang panjang. Tremor anggota tubuh saat istirahat yang sudah dikenal adalah ciri klinis penyakit Parkinson dan merupakan bukti penting dalam mendiagnosis penyakit Parkinson. Namun, begitu pasien dengan penyakit Parkinson mengalami gejala khas seperti tremor, neuron dopamin di substansia nigra otak telah berkurang 60% hingga 70%, dan neuron dopamin di striatum telah berkurang 80%. Penelitian telah menemukan bahwa manifestasi klinis yang tidak lazim muncul 10 hingga 15 tahun sebelum pasien datang ke dokter dengan gejala. Terdapat masalah kesehatan non-motorik 3 sampai 5 tahun sebelum diagnosis penyakit Parkinson. Setelah diagnosis penyakit Parkinson, penggunaan obat berbasis levodopa untuk penyakit Parkinson efektif selama kurang lebih 5 tahun atau lebih, dan tidak ada agen terapeutik yang nyata yang tersedia jika neuron dopamin nigrostriatal di otak terus berkurang. Akibatnya, prognosis jangka panjang untuk penyakit Parkinson buruk. Jika penyakit Parkinson dapat dikenali sejak dini, intervensi dini dapat dilakukan, dan jaringan otak dapat dilindungi secara aktif, maka perkembangannya dapat ditunda, sehingga dapat menunda penggunaan obat dan meningkatkan kualitas hidup pasien. 1. Dua Jenis Gejala Penyakit Parkinson Gejala klinis penyakit Parkinson dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu gejala motorik dan gejala non-motorik. 1.1 Gejala motorik – gejala utama penyakit Parkinson: Gambaran klinis khas penyakit Parkinson adalah: tremor saat istirahat, ankilosis, bradikinesia, berkurangnya gerakan yang terkait, ketidakstabilan postural (gangguan keseimbangan: untuk memiringkan tubuh ke depan dan ke belakang; postur tubuh ke depan dan ke belakang, langkah kecil yang patah). Kehadiran empat gejala utama di atas sudah berada pada tahap tengah atau akhir penyakit. Sekarang diyakini bahwa sebelum penyakit Parkinson muncul dengan tonus tungkai, gerakan yang tertunda, gerakan yang berkurang, dan tremor saat istirahat, pasien dapat muncul dengan gejala lain dari fungsi otak yang tidak normal. Mengenali gejala-gejala ini dapat membantu pasien mengenali penyakit Parkinson sejak dini. 2, gejala non-motorik penyakit Parkinson 2.1 Kelainan sensorik: sering kali muncul dengan gangguan penciuman (yang memerlukan tes khusus untuk mendeteksinya) atau kehilangan rasa, nyeri (sakit kepala, sakit punggung), mati rasa, sindrom kaki gelisah, dll. Gejala visual. 2.2 Perubahan kepribadian: kepribadian pasien dapat berubah. 2.3 Gangguan kognitif: kehilangan ingatan (lupa apa yang baru saja terjadi, lupa melakukan apa yang telah direncanakan), demensia dapat terjadi pada stadium lanjut. 2.4 Gangguan tidur: kurang tidur, mudah terbangun, gangguan perilaku tidur yang bergerak cepat, kantuk di siang hari. 2.5 Kelainan fungsi otonom: kelainan buang air kecil dan buang air besar (konstipasi, perasaan tidak tuntas, sering nokturia, desakan buang air kecil, inkontinensia urin), kelainan termoregulasi, kelainan berkeringat, hipotensi postural, air liur, dan lain-lain. 40% pasien penyakit Parkinson mengalami hipotensi postural. 2.6 Gangguan mental-afektif: depresi, kecemasan, halusinasi, perasaan eksistensial, dll. Di antara mereka, insiden kecemasan dan depresi tinggi, sekitar 50 persen. Selain itu, sekitar 5% pasien penyakit Parkinson memiliki gejala depresi sebelum menderita penyakit ini. 2.7 Gejala lain: kelelahan, jatuh, lemah, penurunan berat badan, penglihatan kabur, dll. 3. Mempopulerkan pengetahuan tentang penyakit, deteksi dini, diagnosis dini, pencegahan dini dan pengobatan Sejauh ini, belum ada metode pemeriksaan khusus untuk memastikan diagnosis penyakit Parkinson pada tahap awal. Oleh karena itu, dengan mempopulerkan pengetahuan tentang penyakit ini dan meningkatkan tingkat pemahaman tentang manifestasi klinis awal penyakit Parkinson, harapan dapat ditumpukan pada deteksi dini, diagnosis dini dan pencegahan serta pengobatan yang tepat waktu. Penting untuk mengenal gejala-gejala awal penyakit Parkinson, seperti: kehilangan penciuman, mudah lelah, gangguan tidur, kehilangan ingatan, waktu reaksi yang lebih lambat, sering depresi, tremor ringan, dan berkurangnya ekspresi. Pasien dan anggota keluarga mereka yang terbiasa dengan gejala-gejala ini dapat mendeteksinya tepat waktu dan mencari pertolongan medis lebih awal dengan harapan dapat mendeteksi masalah secara dini. Dokter yang terbiasa dengan gejala-gejala di atas akan lebih memperhatikan pasien paruh baya dan lanjut usia, terutama mereka yang memiliki beberapa gejala di atas, dan harus lebih memperhatikan observasi dan tindak lanjut secara teratur.