Radioterapi berbeda dengan kemoterapi karena hanya satu rangkaian radioterapi yang dapat diberikan pada satu lokasi, tetapi perawatan spesifiknya berbeda-beda. Misalnya, setelah operasi, jika tidak ada residu, dosis profilaksis 25 sesi 5000 cGy biasanya diberikan. Namun, dosis radioterapi radikal sedikit lebih tinggi, biasanya 30-35 sesi dengan dosis penyinaran 6000-7000 cGy. Selain itu, dosis radioterapi paliatif perlu ditimbang dengan keuntungan dan kerugiannya. Dosis yang sedikit lebih tinggi hingga 6000-7000 cGy direkomendasikan jika pasien dapat menoleransinya dengan baik, dan jika pasien tidak dapat menoleransinya dengan baik, maka dosis yang lebih ringan akan dipilih. Biasanya hanya satu radioterapi yang diberikan pada satu lokasi, yaitu tidak ada radioterapi kedua yang diizinkan pada fase akut, sehingga area target sangat penting ketika radioterapi diberikan, dan radioterapis perlu mempertimbangkan pro dan kontra dari perawatan tersebut. Radioterapi bukan merupakan pilihan jika metastasis tumor atau kelenjar getah bening terjadi lagi di dalam atau di dekat bidang penyinaran.