Bayi dan balita tidak terlalu pandai mengekspresikan gejala ketidaknyamanan mereka, sehingga orang tua hanya bisa memprediksinya dengan mengamati gerakan anak-anak mereka, seperti menggosok mata mereka dengan tangan, mata mereka memerah, dan air mata yang tidak disengaja. Hal ini menyebabkan gejala-gejala di atas dan perilaku abnormal pada anak. Bayi dan balita rentan terhadap infeksi bakteri dan virus karena mereka berada pada tahap awal pembentukan sistem kekebalan tubuh dan daya tahan tubuh mereka terhadap infeksi rendah. Pengobatan konjungtivitis pada bayi dan anak-anak pada umumnya sama dengan konjungtivitis pada orang dewasa. Hal yang paling utama adalah menghindari infeksi silang, gunakan handuk Anda sendiri dan cobalah merebusnya selama sekitar 10 menit sebelum menggunakannya. Penting untuk diperhatikan, bahwa obat tetes tidak boleh dioleskan secara langsung ke kornea, tetapi harus dioleskan ke konjungtiva kelopak mata bagian bawah dan kemudian ditutup. Seperti disebutkan di atas, pengobatan konjungtivitis pada bayi dan anak-anak terutama didasarkan pada obat tetes mata, karena anak tidak dapat bekerja sama dengan pengobatan sendiri, yang mengharuskan orang tua untuk secara aktif mengikuti petunjuk dokter dan mematuhi pengobatan untuk menerima hasil yang lebih baik.