Kerak kering atau kerak nanah pada dinding faring posterior, biasanya dengan bau busuk, merupakan manifestasi klinis dari faringitis atrofi dan kering, suatu bentuk faringitis kronis, yang lebih jarang ditemukan dalam praktik klinis. Pada tahap awal penyakit ini, sekresi kelenjar lendir berkurang dan sekresi menjadi kental dan kering. Hal ini diikuti oleh peradangan kronis pada lapisan submukosa, yang secara bertahap menjadi mekanis dan berkontraksi, menekan kelenjar dan pembuluh darah, mengakibatkan berkurangnya sekresi dan gangguan nutrisi pada kelenjar, yang mengakibatkan atrofi bertahap dan penipisan selaput lendir dan lapisan submukosa. Jadi, apa saja penyebab penyakit ini? Mari kita simak bersama-sama. Alasan sebenarnya 1, faktor eksternal: Jika Anda tinggal di iklim yang dingin dan kering, udara lingkungan kerja adalah debu, polusi gas kimia, atau rangsangan jangka panjang tenggorokan oleh tembakau, alkohol, makanan pedas, mudah terkena faringitis. 2, faktor fisik: faringitis juga bisa menjadi manifestasi lokal dari penyakit sistemik tertentu, seperti anemia, gangguan pencernaan, sembelit kronis, penyakit jantung, bronkitis, asma, lesi hati, diabetes dan nefritis kronis, dll. 3, faktor pekerjaan: terutama terjadi pada pekerja suara, seperti: guru, aktor, dan sebagainya. Karena multi-bahasa dan bernyanyi dalam jangka panjang, dapat merangsang faring, menyebabkan kemacetan kronis dan menyebabkan penyakit. 4 . Infeksi virus: Virus coxsackie, adenovirus, virus parainfluenza adalah yang utama. 5, infeksi bakteri: streptococcus, staphylococcus dan streptococcus pneumoniae sering terjadi, dengan infeksi streptococcus grup A tipe B yang paling serius, yang dapat menyebabkan lesi septik pada organ yang jauh, yang disebut faringitis septik akut. Faringitis kronis adalah peradangan yang menyebar pada mukosa, submukosa dan jaringan limfatik faring, sering kali merupakan bagian dari peradangan kronis pada saluran pernapasan, yang berlangsung lama, menetap dan sulit disembuhkan. Pasien dengan faringitis kronis sering merasakan sensasi kering, gatal, bengkak, seperti ada benda asing di tenggorokan, batuk-batuk di pagi hari, dengan sekresi yang sedikit tapi lengket dan tidak mudah dibatukkan; biasanya terdengar suara “utter” atau “batuk”. Gejala faringitis kronis sering kali diperburuk oleh berbicara berlebihan atau perubahan cuaca, terlalu banyak beraktivitas, dan konsumsi makanan yang mengiritasi secara berlebihan.