Tinja berbentuk butiran, juga dikenal sebagai tinja berbentuk pelet feses, mengindikasikan kemungkinan besar terjadinya konstipasi, yang dapat diperbaiki dengan modifikasi gaya hidup, obat pencahar oral, dan olahraga yang tepat. Tinja berbentuk pelet tinja terutama disebabkan oleh kurangnya serat dan air, serta lendir usus yang tidak memadai. Gerakan peristaltik usus yang lambat dan sekresi cairan pencernaan yang tidak mencukupi akan menghasilkan tinja yang berbentuk pelet. 1. Sesuaikan gaya hidup Anda: Makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan, tambahkan serat yang cukup, yang dapat meningkatkan volume tinja dan meningkatkan gerakan peristaltik pencernaan, dan minum lebih banyak air untuk menghindari tinja kering. Pada saat yang sama, Anda harus makan dan buang air besar ketika Anda ingin buang air besar, dan tidak boleh menahannya berulang kali, yang akan menyebabkan air di dalam tinja diserap kembali berulang kali dan menyebabkan tinja kering. 2. Obat: Jika sembelit parah, Anda dapat mengonsumsi laktulosa, elektrolit polietilen glikol curah, dan obat lain untuk menambah air dalam tinja dan melancarkan buang air besar. Anda juga dapat melumasi saluran usus dan melancarkan buang air besar dengan menggunakan Keserol. Anda juga dapat menyesuaikan flora usus untuk meningkatkan fungsi usus. 3. Olahraga dan latihan yang tepat dapat membantu meningkatkan kekuatan pencernaan, meningkatkan fungsi usus dan meredakan sembelit. Jika tinja kering disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan, Anda dapat menyesuaikan hidup Anda tanpa obat. Jika disertai dengan gejala tidak nyaman lainnya, harus segera berkonsultasi dengan dokter, di bawah bimbingan dokter untuk mendapatkan pengobatan.