Tidak ada hubungan antara keberadaan kista korpus luteum dengan kehamilan, sehingga keberadaan kista korpus luteum bukan merupakan tanda pembuahan.
Umumnya, wanita berovulasi secara bergantian di kedua sisi ovarium setiap bulannya. Selama ovulasi, folikel dikeluarkan dari permukaan ovarium, yaitu ovulasi, dan korpus luteum terbentuk dari jaringan yang tersisa dari jaringan folikel asli di ovarium setelah ovulasi.
Korpus luteum memiliki fungsi sekresi, terutama memproduksi estrogen dan progesteron. Pada beberapa wanita, korpus luteum dapat membentuk struktur kistik yang disebut kista korpus luteum, sehingga pembentukan kista korpus luteum berhubungan dengan ovulasi.
Pembuahan mengacu pada proses penggabungan sperma dan sel telur untuk membentuk sel telur yang telah dibuahi, yang ditanam di dalam rahim dan berkembang, dan tidak ada kaitannya dengan keberadaan kista korpus luteum.
Konsultasi dengan tenaga medis profesional dianjurkan untuk kasus-kasus tertentu.