Banyak keluarga yang memiliki kesalahpahaman pada pertemuan pertama. Seringkali anak-anak atau orang tua tidak menjelaskan masalah dan kebutuhan mereka dengan baik pada kunjungan pertama karena mereka tidak cukup tahu tentang konseling, yang mengakibatkan sesi yang lebih lama, biaya yang lebih tinggi, dan resistensi mereka sendiri untuk mengurangi efektivitas pengobatan. Untuk memastikan bahwa pengunjung (terutama anak-anak) didiagnosis dan ditangani dengan lebih efektif, orang tua harus siap untuk melakukan hal-hal berikut. 1. Ketepatan waktu: Psikoterapi membutuhkan energi dan waktu, dan umumnya terapis memiliki jumlah janji temu yang terbatas untuk memastikan keefektifan terapi, dan tidak menerima banyak terapis setiap harinya. Oleh karena itu, jika pengunjung datang terlambat, itu akan mempengaruhi terapi nantinya; jika tidak, itu akan mengakibatkan pemborosan sumber daya terapi. Karena terapis telah menyisakan waktu luang untuk Anda, ia tidak akan dapat menerima pengunjung lain jika Anda tidak datang. 2. Berikan anak Anda hak untuk berbicara: tidak peduli bagaimana Anda menghabiskan waktu dengan anak Anda di luar ruang terapi (misalnya di rumah), begitu Anda memasuki ruang terapi, Anda memiliki pijakan yang sama dengan anak Anda. Orang tua di ruang terapi harus melepaskan diri dari kehidupan yang mereka jalani di rumah. Jangan berharap terapis hanya mendengarkan Anda tanpa memberikan kesempatan kepada anak Anda untuk mengekspresikan dirinya. Faktanya, dalam psikoterapi anak, anaklah yang harus menjadi pusat perhatian. Oleh karena itu, jangan membuat keributan jika terapis meminta Anda untuk mengundurkan diri sejenak. 3. Gunakan mulut Anda: Kontak psikoterapis dengan anak sangat terbatas, agar terapis mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang anak dan masalahnya, selain menyiapkan beberapa materi sebelumnya, lebih penting untuk mengandalkan orang tua untuk bercerita tentang pengasuhan anak. Orang tua harus menyadari dua hal berikut ini: merengek hanya untuk terapis Kebanyakan orang tua datang ke terapi dengan penuh kemarahan, sehingga merengek adalah awal terapi yang sebenarnya dan mendengarkan rengekan tersebut adalah bagian penting dari pekerjaan terapis. Ingatlah: rengekan itu hanya untuk didengar oleh terapis, dan anak harus dikirim ke ruangan atau tempat lain. 4. Jangan “memutarbalikkan” fakta: setelah anak selesai mengeluh, inilah saatnya untuk masuk ke inti permasalahan, mengatur bahasa sebaik mungkin, dan mendeskripsikan kejadian dengan jelas dan faktual. Jangan biarkan anak dirugikan demi menjaga harga dirinya, atau “memihak” anak agar masalah yang sebenarnya tidak terungkap. 5. Gunakan telinga Anda: Saat orang tua berbicara, terapis mendengarkan dengan sepenuh hati dan jiwa. Ia pasti akan memberikan umpan balik dan saran kepada Anda, jadi dengarkanlah dengan penuh perhatian, terutama pada masalah-masalah yang biasanya tidak disadari oleh orang tua. Jika orang tua takut lupa, mereka juga dapat menuliskan kata-kata penting. 6. Gunakan mata Anda: Ketika terapis meminta orang tua untuk duduk bersama anak, jangan sampai kehilangan kesempatan untuk mempelajari bagaimana terapis memenangkan hati anak, bagaimana membuat anak yang pendiam di depan orang tua menjadi aktif, dan bagaimana terapis melatih anak dengan cara yang tepat. 7. Ingatlah tugas terapi: Di akhir setiap sesi, terapis mungkin akan memberikan tugas yang sesuai untuk anak dan Anda. Tugas-tugas ini bisa berupa metode pelatihan yang positif, cara-cara efektif untuk meningkatkan hubungan anak dengan orang tua, atau bisa juga menjadi dasar penting untuk sesi berikutnya, jadi pastikan orang tua mengingatnya di luar kepala. Terakhir, ketika tiba waktunya bagi klien untuk meninggalkan ruang terapi, terapis akan membuat janji dengan orang tua dan anak untuk sesi berikutnya, tetapi tolong jangan meminta terapis untuk “meninggalkan nomor telepon rumah Anda”. Umumnya psikoterapis enggan memberikan apa yang Anda inginkan karena mereka juga membutuhkan ruang pribadi. Masalah anak sering kali melibatkan masalah perkawinan dan emosional orang tua, dan dalam banyak kasus, terapi keluarga diperlukan pada saat yang bersamaan, jadi jangan menghindari masalah Anda sendiri!