Suplementasi vitamin D3 dimulai sekitar dua minggu setelah kelahiran dan lebih efektif bila dikonsumsi setelah menyusui.
Vitamin D3 dapat meningkatkan penyerapan kalsium, secara efektif dapat mencegah rakhitis akibat kekurangan vitamin D3. Janin dapat memperoleh vitamin D3 dari ibu melalui plasenta, dan penyimpanan vitamin D3 pada janin dapat memenuhi kebutuhan pertumbuhan untuk jangka waktu tertentu setelah lahir.
Namun, karena rendahnya kandungan vitamin D3 dalam ASI, ASI tidak dapat memenuhi kebutuhan bayi, sehingga bayi dapat mulai menambah vitamin D3 dua minggu setelah lahir.
Karena vitamin D3 adalah vitamin yang larut dalam lemak, vitamin D3 biasanya diberikan kepada bayi setelah menyusui untuk meningkatkan penyerapan vitamin D3. Saat mengonsumsi vitamin D3, Anda juga harus memperhatikan lebih banyak paparan sinar matahari yang sesuai, lebih banyak paparan sinar matahari adalah langkah mudah dan efektif untuk mencegah kekurangan vitamin D3.
Disarankan agar suplemen vitamin D3 bayi sampai usia sekitar dua tahun, jika bayi mengalami rakhitis defisiensi vitamin D3, bisa jadi tepat untuk memperpanjang waktu suplementasi.