Cegukan pada bayi yang baru lahir biasanya disebabkan oleh pemberian ASI yang terlalu cepat, stimulasi udara dingin, refluks gastro-esofagus, dll. Pemberian ASI yang terlalu cepat dapat dikontrol dengan mengontrol kecepatan ASI, stimulasi udara dingin dapat digunakan untuk menjaga bayi tetap hangat, dan refluks gastro-esofagus perlu memperhatikan untuk mempertahankan posisi yang benar dan menghindari ekstrusi.
1. Menyusui terlalu cepat: bayi makan susu terlalu cepat akan menyebabkan banyak udara masuk ke dalam perut, mengakibatkan perut kembung, menyebabkan cegukan, pada bayi makan susu terlalu cepat saat puting susu akan dicabut, beristirahatlah selama beberapa saat untuk menyusu lagi dan gunakan pembukaan puting susu yang kecil serta cara lain untuk mengurangi kecepatan bayi makan susu.
2. Rangsangan udara dingin: ketika bayi menghirup udara dingin, maka akan menyebabkan kontraksi diafragma dan menyebabkan cegukan, Anda dapat melakukan tindakan penghangatan seperti memperbanyak pakaian bayi dan mengompres perut bayi dengan kompres panas untuk meringankan gejalanya.
3. Refluks gastro-esofagus: biasanya karena perkembangan sistem pencernaan bayi baru lahir yang belum matang, mudah terjadi refluks gastro-esofagus, yang menyebabkan cegukan, disarankan untuk memperhatikan untuk menjaga posisi bayi yang benar, hindari meremas perut untuk meredakan cegukan.
Selain itu, ada alasan lain yang dapat menyebabkan cegukan pada bayi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang jelas, dan pengobatan yang tepat waktu dan tepat sasaran, agar tidak melewatkan kesempatan untuk berobat.