Asma bronkial, penyakit paru-paru kronis yang paling umum yang mengancam kesehatan masyarakat di dunia saat ini, mempengaruhi orang-orang dari segala usia di seluruh dunia, dengan sekitar 300 juta penderita asma di seluruh dunia. Asma dapat dimulai sejak masa bayi dan lebih banyak terjadi pada anak-anak. Pada tahun 2000, Kelompok Kolaborasi Asma Pediatrik China melakukan survei terhadap anak-anak berusia 0-14 tahun di 43 kota di seluruh negeri, dan hasilnya menunjukkan bahwa tingkat prevalensi di seluruh negeri berkisar antara 0,5% hingga 3,3%, dengan angka maksimum 5%. Hal ini telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Karena kompleksitas penyebab asma, perbedaan individu dan fakta bahwa gejalanya biasanya ditandai dengan batuk, batuk dan mengi yang terus-menerus, sebagian besar anak-anak dengan asma didiagnosis dengan infeksi saluran pernapasan berulang dan bronkitis asma. Pada saat yang sama, kurangnya kesadaran akan asma di kalangan dokter di berbagai daerah, serta kurangnya perawatan pencegahan yang tepat waktu dan terstandarisasi setelah gejala mereda, telah menyebabkan banyak anak dengan asma mengalami serangan berulang hingga dewasa, sehingga secara serius memengaruhi kesehatan fisik dan mental anak dengan asma. Inilah sebabnya mengapa asma bronkial pada anak harus diobati.