Hemoglobin terglikasi umumnya mencerminkan tingkat rata-rata glukosa darah dalam hampir 2~3 bulan terakhir, dan nilai referensi normal adalah 4%~6%. Karena metode pemeriksaan dan reagen yang berbeda, indeks referensi bervariasi dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya dan perlu dianalisis secara khusus. Pengukuran hemoglobin terglikasi umumnya digunakan untuk mengevaluasi kontrol gula darah pasien diabetes. Hemoglobin terglikasi pada pasien diabetes umumnya harus dikontrol di bawah 7%, dan jika hasil tes lebih tinggi dari target kontrol, hal ini menunjukkan bahwa kontrol gula darah telah buruk dalam 2~3 bulan terakhir. Jika hasil tes menunjukkan bahwa hemoglobin terglikasi lebih tinggi dari kisaran nilai normal, maka perlu dilakukan pemeriksaan glukosa darah puasa, glukosa darah postprandial 2 jam dan pemeriksaan lainnya di bawah bimbingan dokter, untuk mengklarifikasi kondisinya, dan melakukan pengobatan atau terapi yang ditargetkan.